Seorang pejuang Indian memacu kudanya siap berperang di medan juang. Kami perangi musuh di depan dengan pasukan Indian. Aku yang akan di depan menghalau musuh bebuyutan. Begitu pikir si pejuang Indian. Namun, ketika di hadapan lawan. Si pejuang merasa keheranan. Ternyata pasukannya menghilang. Meninggalkan dirinya sendirian maju berperang. Para koboi musuh bebuyutan itu tertawa. Sambil menembaki si Indian. Sepenggal iklan rokok memang. Dan aku pun ikut tertawa.
Tahukah Anda? Ternyata aku juga mengalami hal yang sama. Dan tawaku berubah menjadi senyuman. Senyuman kecut memang. Ketika semua orang menjanjikan bantuan agar kita mau memimpin perang. Namun di medan laga semuanya menghilang tak mau berkorban. Akhirnya aku menjadi martir yang belum tentu dikenang. Bisa jadi dihujani cercaan dan makian. Bagaimana dengan Anda?
23.8.06
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment