25.9.06

Marhaban Yaa Ramadhan

Tidak terasa, dua kali melewati Ramadhan tanpa dikelilingi orang-orang tercinta. Masih teringat setahun yang lalu melewati Ramadhan di Denpasar. Soal makanan tidak jadi masalah, karena di dekat kos-kosan terdapat warung yang diberi nama "Warung Makan Muslim Jawa Timur". Bahkan warung ini buka pada jam sahur. Betapa diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa.
Tahun ini memasuki Ramadhan di negeri asing. Jangan berharap banyak warung makanan di pinggir jalan seperti di kampung halaman. Jika waktunya mepet, menu sahur andalan cuma sebungkus mie.

Ada yang unik memasuki hari pertama puasa di sini. Di kampung halaman dulu, hari pertama puasa biasanya serempak, walaupun hari lebarannya kadang berbeda. Di sini hari pertama puasa ada tiga versi malah. Mereka yang ingin mengikuti Mekkah, memilih mulai puasa hari sabtu. Mereka yang mengikuti metode hisab (perhitungan), memulai puasanya hari minggu. Sedangkan yang mengikuti metode rukyah (pengamatan), memulai puasanya hari senin ini. Bayangkan, ada berapa versi hari lebarannya nanti? Ach...biarlah, bukankah yang penting niatnya untuk ibadah?

6 comments:

Anonymous said...

bener, yg penting niatnya!
maaf dan lahir bathin juga ya, selamat berpuasa.

Seneng dong dah pinter masak sendiri walau cuman indomie, yg penting bisa dikreasikan dengan sayuran beku misalnya, jadi nggak cuman mie saja.

Larasati said...

maap lahir batin juga ya, semoga puasanya bisa nutug sebulan penuh.

Indomi digoreng ditambah cabe
rawit, telor, en udang plus sayuran hmm..sedap lho udah kayak masakan mi goreng ala restoran...

Anonymous said...

Indomie masih sekardus, itu menu sahur. Mari kita pesta indomie :D

Anonymous said...

disitu gak ada Ustralimie ya kang? :D

Anonymous said...

Yak tul, yang penting ibadahnya. Ini tak kirimin mi satu kardus :D

diracov said...

@ Mbak Ely dan Budhe Laras:
Makasih buat resep ala mie-nya. Baca aja dah bikin ngiler ... slurrp...ups, puasa ding.

@ Pakdhe Mbilung, Mbah Dipo, kangmas Tito:
Ayo buka bersama pake mie! resepnya dari Mbak Ely dan Budhe Laras lho.