17.1.07

Akhirnya Selingkuh

Saya tergoda, dan akhirnya jatuh cinta...

Sudah setahun ini saya menggunakan sistem operasi Linux secara total, menggantikan Windows XP bajakan yang sebelumnya tertanam di laptop semata wayang saya. Alasan saya menggunakan Linux sudah pernah saya tuliskan secara pendek sempit di blog sebelah. Jadi tidak akan saya ceritakan di sini. Selama setahun menggunakan sistem operasi berlambang penguin itu, tentu saja ada suka dan dukanya. Sukanya adalah: selama setahun ini laptop saya tidak pernah terkena virus komputer, meskipun saya tidak pernah menggunakan antivirus. Setahun ini saya juga tidak pernah mengalami reboot (booting ulang) karena aplikasi yang crash atau hang. PokoknyaTM benar-benar nyaman, dan gratis pula!

Dukanya tentu saja ada, saya jadi lupa cara menggunakan Windows XP. Terbukti jika salah satu housemate saya minta bantuan untuk membetulkan koneksi internet di laptopnya, pasti saya membutuhkan waktu lama hanya untuk mencari letak control panel (benar-benar dah lupa! xixixi...). Duka yang lain, saya tidak bisa menggunakan peripheral komputer terbaru, misalnya printer multifungsi keluaran terbaru. Ini tentu bukan kesalahan Linux, melainkan kesalahan produsen printer yang tidak bersedia menyediakan driver buat Linux (entah karena alasan apa).

Saat ini Linux tersedia dalam beberapa distro. Jika Linux dianalogikan dengan mie, maka distro ini bisa disamakan dengan variasi rasa mie. Ada mie rebus rasa soto, mie rebus rasa ayam bawang, mie goreng pedas, mie goreng rasa sate ayam. Semuanya mie, hanya berbeda cita rasa (*heran, kok ambil contohnya pake mie ya?*). Begitu juga dengan Linux. Semuanya sama-sama Linux, tapi ada Mandriva yang berdarah Perancis, Suse yang berdarah Jerman, RedHat yang berdarah Amerika, lalu ada Ubuntu yang bertema Afrika (meskipun kemudian semua distro ini dibangun oleh komunitas internasional). Sistem operasi yang sama, namun berbeda cara penyajiannya. Tinggal pilih yang sesuai dengan selera Anda.

Setahun ini saya menggunakan Linux Mandriva, yang sejak dulu terkenal akan kemudahannya. Dan mencoba setia dengan distro ini, meskipun seorang teman genk yang juga pengguna Linux selalu pamer Linux Suse yang dipakainya jika bertandang ke kontrakan. Hingga akhirnya saat itu tiba...
Ketika saya memperingati perayaan setahun bersama Linux dengan melakukan upgrade dari Mandriva versi 2006 ke versi 2007, masalah mulai muncul. Entah apanya yang salah, control center milik Mandriva 2007 tidak berjalan dengan semestinya di laptop saya. Karena jengkel, saya mulai mencoba distro lain.

Distro Ubuntu sangat menarik, karena katanya dibuat bagi pemula dan mudah digunakan. Sayangnya distro ini hanya tersedia dalam 1 keping CD instalasi dasar dan untuk menambah aplikasi lain, saya harus terhubung ke internet (jika di kontrakan, saya ini juga fakir benwit). Teman pengguna Linux Suse kemudian pamer lagi. Terpaksa saya coba, dan... aaargh!... saya mulai suka dengan distro berlogo kadal ijo ini. Sudah dua minggu saya menggunakan Linux openSUSE versi 10.2, mulai jatuh cinta dengan distro ini, dan melupakan Mandriva...

Sodara-sodara sebangsa dan setanah air, sudah saatnya kita kembali ke jalan yang lurus dengan mengurangi ketergantungan pada software bajakan. Boleh-boleh saja jika Anda tetap memakai OS Windows XPnya Microsoft, namun usahakan beli lisensi asli, daripada kena sweeping nantinya. Jika tidak mau beli, ganti saja dengan OS Linux yang tersedia gratis.
Andaikan tetap memakai Windows, Anda tidak perlu susah-susah membeli lisensi software MS Office yang harganya (bagi saya) selangit seisinya itu. Anda bisa mencoba menggunakan software OpenOffice yang gratis.. tis..
Kalaupun tidak suka karena menurut Anda tampilannya jelek, ingatlah selalu semboyan: "wong gratisan koq minta bagus" hehehe...
Eh, ngomong-ngomong Windows XP di komputer Anda masih bajakan juga?

27 comments:

Anonymous said...

wah...diriku pengguna SUSe

Anonymous said...

namanya jugah gratisan yow rac...piye isih diuber2 lamaran ora?

Anonymous said...

wah...linux jugag yah...apa kabar si SUSe..yang dah berjasa untuk nyeleseiin skripsiku..

Anonymous said...

hm mas, mbuh ra ruh!!aku kari make lan yen ono opo2 nelp IT..hihi, wong bondo modal kantor kieee

Anonymous said...

...daripada kena sweeping..

Alasan selain itu:
daripada memelihara/menanam mentalitas maling..
daripada mewariskan budaya maling..
daripada membiasakan diri tidak merasa salah menggunakan barang hasil maling...
dsb dsb.

Swiping itu ga perlu ditakuti, yang bahaya itu kalau kita terbiasa jadi maling dan tidak merasa ada yang salah.

Anonymous said...

baru tahu yah klo selingkuh itu indah :D , halah..gak nyambung blas ki

Anonymous said...

kok gak mac aje seeeeeeeeh....selingkuhnya?!

walupun zube gak suka ma windows, karena daya tahannya rapuuh banget...gampang terkena virus ^^
tapi zube tetep pake windows, soalna gampang jeee...

tapi, Om dirac... kenapa selingkuhnya ma linux gak ma mancitosh wae...

endik said...

bangga berbangsa Endonesa, banggga bajakan.. :) nasionalisme lebih penting

Pinkina said...

aku jik setia kr win2kserv kok mas :)
*type setia wakakakakkaa

eh piye lamarane? smpyn trimo gak? :D

Anonymous said...

enak aja. windows saya mah asli. lha wong punya kantor je...

Anonymous said...

Weleh, sampek kaget moco judule :-P. Si Mbak kae piye, rac?

Anonymous said...

windows xp di kantor saya?? jelas bajakan lah!! yang penting khan gaya.. daripada pake windows 98 :P

Anonymous said...

la bisa karena biasa. dulu buat kelulusan pake linusan. sekarang udah nggak lagi. asli dan asli aku ndak tahu (urus)..tinggal pake je.. :)

Anonymous said...

Saya bangga pake windows bajakan, memang sengaja. Tapi yang saya beli cuma bajakan amerika. Masa mereka terus yang kaya.

Saya ga pernah beli, misalnya mp3 artis lokal, kasihan.

Anonymous said...

setuju sama hedi, hehehe...
windows xpku bajakan, tapi kayaknya yang punya suami, asli deh. eh mbuh dhink...

Anonymous said...

Saya sudah poligami... nih istri tua (winXP hasil brujulan)akan segera di cerai, sebab belum semua bisa di kaver ama istri muda (Ubuntu) yang cantik.

Rara Vebles said...

Kalo saya podo karo bangsari.. wong punya kantor je..

*setahun bersama linux* alah..
*selamanya bersama kangguru* alah.. *kaburrr*

Anonymous said...

Wah aku baru tau, ternyata cinta matinya dirac sama Linux! Wis dinikah aja kadalnya!

Anonymous said...

judule agak mesum ya? ^_^

Anonymous said...

he eh.. kirain kamu pindah selingkuh gak lagi sama kangguru tapi sama koala, huahaha..

hehe.. jadi malu, windows xp ku juga bajakan mas..
makasih infonya.. jadi tau ada yang gratisan.

Larasati said...

walah..wes ra mudeng, pokoke jalan terus nggak macet aja wes untung...

Lha iya lho..wong murah kok njaluk slamet!

Anonymous said...

Setuju... Bersama UBUNTU.

Saya nyari nafkah sebagai disainer mas. Sekedar berbagi, kadang-kadang susah sekali bekerja grafis dalam lingkungan Linux. Open Source software untuk grafis masih memiliki keterbatasan yang tinggi.

Maka itu, kalau di kantor. Pakai XP. Halal tentunya.

Di rumah, pakai Ubuntu... jelas-jelas halal!

*Halal=tidak mengandung babi 100%, hehe*

Anonymous said...

suse emang keyen.... :D

Anonymous said...

+ Pak boss mbok warnetnya pake xp yg asli
- Sopo sing akon?
+ mas Dirac
- Yoh sesok esok tak ganti asli kabeh
+ Asyiiik!!! Asli
- Ning setahun kowe ra gajian yo.
+ Waaaaaaa........

Anonymous said...

Mbajak dari yg kaya raya kan ndak papa? Semangat ala Robin Hood gitu loh... pembajakan adalah perjuangan...

Anonymous said...

halo rac. Woo.kamu pake penguin toh? aku susah web browsing nih, internetku putus2

alisoew said...

Hmmm, windows saya asli sih, cuman teman-teman nya (autocad, max, adobe dkk) gak asli. Hehe sami mawon. Salam kenal.