9.12.06

Ngintip Langit Malam

Dua mingguan ini langit malam Brisbane agak berselimut awan. Kegiatan ngintip langit yang sudah saya jadwalkan jadi terganggu. Teleskop bekas tipe Newtonian 4 inchi hasil nemu di pinggir jalan itu pun akhirnya nganggur di pojok kamar. Sejak kecil saya memang hobi nonton langit malam. Sepertinya ini gara-gara bapak saya yang sering memberi buku astronomi buat bacaan waktu SD.

Hobi ini makin menjadi saat SMA, ketika saya bersemangat menemukan rasi/konstelasi bintang yang digambarkan dalam peta langit di buku-buku astronomi. Biasanya saya akan begadang semalaman di luar rumah hingga subuh menjelang untuk menonton rasi-rasi bintang yang terbit dan tenggelam. Mirip nonton film layar tancap dalam gerak sangat-sangat lambat.

Kegiatan ngintip langit ini memang gampang-gampang susah. Banyak bintang yang sangat redup, sehingga beberapa rasi bintang hanya bisa dinikmati di tempat yang benar-benar gelap tanpa gangguan cahaya lampu penerangan rumah atau jalan.

Kesempatan seperti ini pernah saya dapatkan ketika KKN di sebuah desa dekat candi Prambanan. Banyak rumah yang masih memiliki pekarangan luas, dengan lampu penerangan yang sangat jarang. Rasi-rasi bintang yang agak redup dapat dengan mudah dikenali. Saya selalu menyempatkan menikmati pemandangan langit malam ketika diajak ronda oleh warga. Hobi saya mendongak ke langit ini pun sempat membuat penasaran bapak-bapak peserta ronda. Mereka kemudian malah ikut-ikutan dan minta diajari cara menemukan rasi milik mereka.

Untung saja (dan anehnya) kebanyakan rasi bapak-bapak ini adalah Scorpio, rasi bintang yang paling gampang dikenali di langit malam meski terganggu sinar lampu jalan. Rasi berbentuk kalajengking dengan bintang berwarna merah (Antares) berada tepat di dada si kalajengking. Hebatnya bapak-bapak ini cepat sekali belajar menemukan rasi bintang, bahkan langsung bisa mengenali sendiri rasi Capricornus yang tersusun atas bintang-bintang redup yang membentuk segitiga raksasa di langit malam.

Kegiatan mendongak ke atas ini juga diikuti teman-teman satu kelompok KKN ketika saat itu terjadi hujan meteor Perseids. Kami begadang di tengah lapangan bola milik desa sambil menggelar tikar, menikmati bintang jatuh itu lewat. Bapak-bapak peronda awalnya sempat mengernyitkan dahi menyaksikan ulah kami. Namun akhirnya bergabung juga dengan kegiatan kami. Dan puncaknya ketika malam terakhir masa KKN kami, listrik kampung mati total hingga seluruh desa gelap gulita. Hujan meteor itu seolah menjadi kembang api penerang langit malam, penanda akhir kegiatan KKN kami. Benar-benar pengalaman yang sangat indah.

Anda bisa juga ikut menikmati bintang-bintang ini di layar monitor. Cukup dengan meng-install software gratisan Stellarium di komputer Anda. Atau jika ingin melihat yang asli, tengoklah langit malam, apalagi bulan ini akan ada hujan meteor Geminids. Tanyakan ke Pak Mutoha untuk detailnya.

"And I see a shooting star
Set apart from all the rest
While the other stars are standing still
He's on a quest
...
And the solitary star
Is an awful lot like me
On an endless search in time and space
For a place that won't seem wrong"

(Shooting Star, Boyzone)

update:
Geminids shower diperkirakan mencapai puncaknya tanggal 14 Dec. Di Indonesia dapat dinikmati antara jam 9-12 malam WIB. Hujan meteor ini muncul dari arah rasi Gemini yang terbit dari arah timur pada tanggal tersebut sekitar jam 8 malam. Jadi, coba keluar rumah, tengok langit timur mulai jam 9 malam ketika rasi ini sudah agak tinggi. Jangan lupa pake jaket, bawa segelas teh hangat dan sepiring pisang goreng *wuih, jadi kangen pisang goreng saya*.

Tapi... jangan dibayangkan hujan meteor ini kayak di film, meteornya lewat banyak banget. Karena mungkin hanya beberapa tiap jam, itu pun jika Anda berhasil mengamati lewatnya si meteor. Kalau meteor yang lewat agak besar sih asyik nontonnya, tapi kebanyakan, meteornya terlalu kecil dan lintasannya sangat pendek. Apalagi jika Anda nontonnya dari tempat yang terkena polusi cahaya lampu rumah atau jalan, terus terhalang bangunan atau pepohonan, atau langit malah berawan mau hujan :(. Jadi... siap-siap kecewa.
Dan dari pengalaman saya, sehabis nonton hujan meteor, paginya leher bakalan pegal-pegal karena kebanyakan mendongak ke langit, hehe...

37 comments:

Anonymous said...

wah bulan ini? kapan? wah pengen nih

Anonymous said...

kok aku baca postingan ini, malah menyimpulkan keknya dirimu gek kangen yo mas? sok beroamntis ria iki hehehehehe
kangen kro sopo? aku? halah wes ga sah digagas *ngaboor*

Anonymous said...

@joko:
tanya Pak Mutoha dulu

@gita:
hehe.. bu guru ini ternyata pintar juga. Kangen sama bu guru, habisnya ditinggal jalan2 terus.. :P

Anonymous said...

aku dari sd nyidam teropong bintang mpe skr blum keturutan ehehhe. Blajar astronomi aja ga beres2. Cuman tau bintang biduk doang dari dulu :D

amethys said...

wahhh....aku seh cuma memandang langit..dan menikmati bintang2 yg dari tempat tinggalku selalu nampak dan menebar dilangit...(aku tinggal di desa..yg semua rumah berhalaman, dan klo malam hanya langit yg menerangi..ditemani kecipak air laut dan suara anjing laut memangsa salmon.....tapi aku blom pernah mencoba menemukan rasi2 bintang...interesting...mau nyari bukunya ah

bebex said...

nemu teleskop bekas tipe Newtonian yang 4 inchi?
besok2 kalo nemu lagi,,bagi bebex yah rac :D

eh kalo di jkt ada tuh planetarium,,kalo elo dulu pas di jogja ada ga rac? pasti ga daaaa.. ya kan? wong studio 21 ajha kebakar :d hehe!!!

venus said...

pengen liat. tanggal berapa jam berapa?

Anonymous said...

tempatku gampang jg liat bintang, tp kog gak tertarik yah, malah suka liat bulannya (soale gak ngeh sih ttg rasi, hihihi)

Anonymous said...

Baru tadi malam saya ngobrol dengan kawan soal benda astronomi. Tapi karena polusi dan rusaknya lapisan di atmosfer, kesempatan untuk melihat peristiwa astronomi sekarang cuma ada di gunung saat kita sudah berada di atas gumpalan awan :D

Anonymous said...

@neeya:
hehe.. masih ada 87 rasi lagi yang harus ditemukan Mbak selain si biduk.

@amethys:
wah, kayaknya tempatnya mbak Amethys enak buat observasi nich. Iya, cari aja peta langit di majalah bulanan Astronomy, atau Sky and Telescope

@bebex:
walopun nggak ada planetarium, kan bisa nonton langit beneran bex :P

@venus:
puncaknya disinyalir tanggal 14 dec, jam 9 malem sampe midnight.

@kenny:
saatnya untuk tertarik! hehe.. rasinya Mbak Kenny apa ya? trus coba dech cari di langit.

@hedi:
betul. bahkan observatorium besar biasanya memang didirikan di puncak gunung.

Anonymous said...

nak bintang kejora itu bintang apa pak? dan sekalian tanya peruntungan tahun 2007, gimana kalo menurut bintang? :)

mei said...

doloooeee banget..pas waktu kecil, rumah samping masih belum ada, masih baan, dan kita para anak kecil bermain jumpritan kalau udah jam 8 malam. sering sekali gak sengaja lihat bintang jatuh...

perasaan sekarang, tiap pulang kampung..dan ndongak ke atas, knp jarang banget terlihat bintang ya??
seingatku dulu ada begitu banyak bintang di langit malam kampungku tercinta...

wku said...

kapan terakhir ke daerah prambanan? sepertinya banyak perubahan pasca gempa...

Anonymous said...

minggu2 ini hampir tiap malam langit di desaku bertaburan bintang, apa kabar nih? sorry baru bisa mampir.

Anonymous said...

hiks hiks kenapa sih jadwal ujan meteornya bulan desember ? secara itu khan musim ujan, jadi sering berawan khan ! mustinya di riskejul ke bulan mei biar langit terang :)

Anonymous said...

wah..kalo aku seneng nonton bintang, tapi bintang pilem..lebih membumi..

Pinkina said...

halahhhhh halahhhhhhh jakarta langit'e warna merah, kena cahaya lampu semua, bintang2nya gak keliatan, apalagi mo nonton hujan meteor, ketutupan ama gedung2 pencakar langit Mas :((

Anonymous said...

@jt:
bintang kejora itu bukan bintang, tapi planet venus.
lha, saya bukan mbah dukun ini :D

@mei:
belum jadwalnya hujan meteor Mbak. jadi sepi bintang jatuh :)

@wku:
KKN di Prambanan sekitar tahun 2002. iya, pasti segalanya sudah berubah :(

@ely:
hallo Mbak, dah nongol lagi? wah, kalo di Hassel observasi bintangnya bisa bagus tuh :)

@fiadi:
yang nggak ada hujan meteor cuma bulan Februari, Maret dan September. Jadwal lengkapnya ada di wikipedia

@pitik:
kalo gitu kapan2 nonton bintang yany melangit Kang :P

@pinkina:
nasibb.. nasibb.. mangkanya dibangunlah planetarium :)

Anonymous said...

kegiatan rutin akhir pekan beberapa minggu terakhir : menepi keluar kota denpasar, dan puas2in mandangin langit malam, banyak bintangnya..*sok romantis*

Anonymous said...

anakku minta beliin teleskop. Pernah ketemu yang agak murahan di mal..tapi bagus nggak ya...

Btw hati2 keintip jendela apartemen depan rumahmu mas he he he

Anonymous said...

Wheww hebat yo .. teleskop bisa nemu di jalan .. kalo nemu 1 lagi boleh dikirim ke aku :D

Rara Vebles said...

begadang ngintip langit malam?? MAUUU... tpi di bawah langit Brisbane.. *nunggu ke Oz keburu ngga kebagian Geminid Shower* :D

U know what?? Shooting Star itu.. lagu fave-nya si Raul waktu umur 3th-an.. Itu lagu ada di kumpulan Disney Favorite Songs-nya Raul, Shooting Star, Hakunamatata, .. tiap hari diputer ngga bosen2.. he..he..

Anonymous said...

eh.. 2 hari lagi ya.
lama gak sih hujan meterornya?

Anonymous said...

@dewi:
ah, akhir pekan yang menyenangkan :) sayangnya pantai Kuta tak lagi nyaman buat nonton bintang, kebanyakan pplusi cahaya dari mall :P

@elly.s:
milih teleskop itu gampang2 susah. paling sering yang ada kualitasnya jelek. mending beli di toko optik atau kamera Mbak.

@dian:
hehe.. kalo di jalan namanya rongsokan Mbak, soale nggak layak simpan :D

@rara:
wah, si Raul penggemar Shooting Starnya Boyzone yach? itu soundtrack film kartun Hercules produksi Disney, mengingatkanku pada.... *halah* :D

@om7ack:
hujan meteornya sih dari 7 Dec s/d 17 Dec, cuma paling banyak nongol di tanggal 14. jam 9-12 pm dipilih karena jam segitu bulan belum nongol di hari itu, jadi langit masih gelap tanpa polusi cahaya bulan.

Anonymous said...

nak dirac.. mari kita berdendang berzama.. langit zebagai atap rumahku.. biza hafal lagunya kan?

Anonymous said...

sudah ngintipin bintangya, ayuh apdett!!! dirac apdet!!! dengerin kt bu guru dumz :P

on vacation tp provokasi jalan truss

Anonymous said...

wah..wah..ga nyangka...
kalo deni suka ngintip :-)

Anonymous said...

di jakarta yang terang benderang, kehadiran bintang-bintang seolah hilang dari kehidupan. tapi bintang-bintang dapat diihat di tv. he..he..

Anonymous said...

hujan meteor Geminids, maksudnya itu rasi bintang gemini ya??sama gak? soalnya kan ada scorpio dll... salam kenal mas :)

Anonymous said...

waaahh menarik.. :D

aku suka juga liat bintang2, tapi asal liat aja, gak ngerti rasi2an.. :P

mpokb said...

suka bingung kalo liat katanya rasi bintang itu punya bentuk tertentu. soale kok aye selalu liat bintang itu bertebaran, nggak bisa nemu bentuk apa2.. salah cara liatnya kali yak?

Anonymous said...

@zapa za?:
wah, itu lagu zang mana za?

@bu guru:
yeee... bintang jatuhnya aja blom lewat.. :P

@tari:
waaa... ketauan tari dech. kalo gitu ngintip bareng yok? :D *halah*

@bangsari:
hehehe.. bintang pilem ya Bang?

@joni:
disebut Geminids shower karena memang muncul dari arah rasi Gemini. Salam kenal juga, makasih dah mampir :)

@fany:
ayo.. saatnya mencari rasimu! :D

@mpokb:
memang butuh sedikit imajinasi Mpok.. :)

Anonymous said...

Ostrali ... deep inside my heart, someday im gonna get there .. fiuh

Anonymous said...

Bingung gw cari RSS feed buat blogger. PING ME!

Y7 team said...

prexz, pan kalo di blogspot tinggal ditambahi /atom.xml

maksutnya nama blognya + /atom.xml

oalah ... kayak gini neh http://physicaholic.blogspot.com/atom.xml

Anonymous said...

#preaxz dan maiden: emang RSS buat apaan sih? cara makenya gimana? gw pernah dengar tapi belum paham nih.

Anonymous said...

untung aku bisa liat Geminid Shower...
salam kenal balik yaaa...